List of Mosques in Tokyo
Adakah yang berpikir, umat Islam minoritas di Jepang, pasti sulit untuk melaksanakan ibadah di Jepang? Meskipun minoritas, tapi umat Islam tidak sedikit seperti yang kamu bayangkan lho. Di Jepang banyak imigran yang beragama Islam. Selain itu, pekerja yang dikontrak di Jepang banyak yang berasal dari berbagai Negara di Asia dan mereka juga banyak yang beragama Islam. Belum lagi, pelajar asing muslim yang tinggal di Jepang. Jadi, bagi kamu orang muslim jangan khawatir ya. Ada banyak tempat ibadah dan restoran halal yang dapat kamu temui di Jepang, khususnya Tokyo. Nah, kali ini @ykjpn akan merangkum 9 masjid yang ada di Tokyo. Pada akhir tulisan ini kamu bisa melihat daftar tempat ibadah muslim yang ada di Tokyo baik berupa masjid, mushala, atau tempat khusus yang disediakan restoran agar wisatawan muslim bisa shalat di sana. Yuk, disimak!
Masjid Tokyo Camii

Masjid yang satu ini pasti sudah sangat familiar bagi sobat traveler. Yup! Masjid ini pernah dijadikan tempat melangsungkan pernikahan bagi artis tanah air Indonesia. Memang masjidnya bagus banget ya? Oh iya jelas. Tokyo Camii dikenal dengan masjid terindah se-Asia. Masjid ini termasuk yang terbesar dan tertua di Tokyo. Camii berasal dari kata jami, yang dalam bahasa arab berarti jemaah atau jemaat. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Orang Turki Kazan, yang telah bermigrasi ke Tokyo, yang mendirikan sebuah komunitas yang disebut “Mahalle-i İslamiye” (yaitu Distrik Islam) yang dipimpin oleh Abdulhay Kurban Ali dan Abdurreşid İbrahim. Mereka membangun Camii dan sekolah pada tahun 1938. Pada tahun 2000 Tokyo Camii direnovasi. Arsitek masjid ini adalah Muharrem Hilmi Şenalp. Wah pantas saja ornamen dan hiasan di Masjid Camii, Turki banget. Bahkan katanya marmer dan pengrajinnya didatangkan langsung dari Turki lho. Masyaaallah. Berbeda dengan desain masjid pada umumnya di Jepang yang dibangun di dalam bangunan apartemen Jepang, Masjid Tokyo Camii memiliki desain yang familiar bagi kebanyakan umat Islam. Desain Masjid Tokyo Camii sangat dipengaruhi oleh arsitektur Ottoman yang mengingatkan pada “Blue Mosque” yang terkenal di Turki, dengan kubah besar dan menara yang tinggi.
Selain untuk ibadah shalat, kamu juga bisa mengunjungi Turkish Culture Center di lantai satu masjid ini. Di sini kamu bisa bertukar informasi tentang tempat yang menjadi rekomendasi di Tokyo. Kamu juga bisa mencoba makanan dan membeli souvenir Turki, seperti selendang, aksesoris, porselen, kartu pos, dan lain sebagainya. Setiap Sabtu dan Minggu dari pukul 14.30, kamu bisa mengikuti tur Tokyo Camii dalam bahasa Jepang. Tur gratis yang diselenggarakan selama 90 menit ini, memberikan informasi mengenai pengetahuan tentang agama Islam, masjid, dan juga tentang Tokyo Camii. Keren kan? dan yang gak kalah keren lagi, Tokyo Camii mengadakan program dakwah untuk memperkenalkan Islam kepada Non Muslim setiap minggunya. Masyaaallah.
Perlu diperhatikan, Tokyo Camii hanya buka dari pukul 10.00 sampai 18.00 waktu Jepang. Kamu diperbolehkan untuk mengambil gambar di seluruh penjuru masjid, dan dilarang mengambil gambar pada saat ibadah shalat berlangsung.
Masjid Indonesia Tokyo


Masjid Indonesia Tokyo adalah Masjid Indonesia pertama di Jepang. Masjid yang terletak di kawasan Meguro ini telah digagas semenjak tahun 1999 oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang. Awalnya masjid ini hendak dibangun di tanah kosong, namun seperti diketahui tanah di Tokyo sangat mahal dan tidak terjangkau, akhirnya diputuskan dibangun di tanah sisa Kompleks SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo). Bangunan masjid didesain pada 2015, lalu mulai dibangun pada 2016, dan mulai digunakan pada 2017. Pembangunan masjid menghabiskan biaya sekitar 20 miliar lebih. Dana yang didapat berasal dari berbagai sumber seperti, pemerintah Indonesia, beberapa BUMN, organisasi Islam di Jepang, dan masyarakat Indonesia melalui Kitabisa.com.
Saat ini Masjid Indonesia Tokyo menjadi pusat organisasi kegiatan dakwah Islam Indonesia di Jepang. Berbagai program serta kegiatan pun dilakukan, seperti shalat lima waktu berjamaah, shalat jumat, serta pengajian yang mengundang ustadz dari Indonesia. Masjid ini tak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, namun juga menjadi tempat berkumpul bagi Muslim Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitar Tokyo. Tak hanya itu, fungsi Masjid Indonesia Tokyo pun dirasakan oleh muslim lain seperti dari Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia, dan Jepang.
Masjid Hiroo (The Arabic Islamic Institute)

The Arabic Islamic Institute merupakan lembaga pendidikan pertama yang didirikan di ibu kota Jepang. AII atau juga dikenal sebagai Masjid Hiroo dibangun pada tahun 1982 oleh pemerintah Arab Saudi untuk membantu perkembangan Islam di Jepang, pertukaran budaya dan hubungan persahabatan antara Jepang dan Arab serta negara-negara Islam, terutama Arab Saudi. Sebagai lembaga Islam, mereka juga menawarkan kursus bahasa Arab. Selain itu, mereka juga memiliki perpustakaan, museum mini, dan ruang audio visual. Masjid ini dekat dengan bukit Roponggi, salah satu daya tarik pariwisata di Tokyo.
Masjid Darul Arqam / Masjid Asakusa

Masjid Darul Arqam lebih dikenal dengan Masjid Asakusa, terletak di jantung kota Tokyo dekat dengan stasiun Asakusa, Tokyo Skytree, dan Asakusa Sensoji Temple. Masjid ini dibuka pada tahun 1998. Bangunan masjid terdiri dari lima lantai dengan perpustakaan di lantai dasar yang menyediakan berbagai buku dalam berbagai bahasa. Masjid Darul Arqam dikelola oleh Institute of Islamic Circle of Japan (ICOJ), khususnya di bawah departemen Japan Mosque Foundation (JMF). Masjid ini cukup populer di kalangan penduduk setempat karena menyediakan banyak fasilitas seperti: ceramah Islam mingguan, akad nikah, pemandian dan sholat Jenazah, serta menyediakan pemakaman bagi orang muslim. Mereka juga menyediakan pendidikan dan dukungan untuk para mualaf dan orang-orang yang ingin memeluk Islam. Masjid ini juga memiliki staf yang bisa berbahasa Urdu, Jepang, Inggris dan Indonesia untuk membantu pengunjung yang membutuhkan informasi.
Masjid Otsuka

Gagasan Masjid Otsuka tumbuh dari keprihatinan umat Islam yang tinggal di Tokyo Tengah pada tahun 70-an dan 80-an yang ingin mendidik anak-anak mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Masjid yang terletak tidak jauh dari Ikebukuro ini selesai pada Desember 1999 dengan total biaya 68.927.695 Yen. Sumbangan dari luar paling banyak datang dari Pangeran Sultan bin Abdul Aziz (Saudi Arabia) dan Rabitah Alame Islami (Makkah Mukarramah). Saat ini, Masjid Otsuka dikelola oleh Japan Islamic Trust. Masjid ini terdiri dari empat ruang shalat termasuk yang kecil untuk wanita dan anak-anak, serta memiliki sekolah Islam Internasional sendiri, konseling keluarga, program bantuan untuk pengungsi, sertifikasi halal, pemakaman untuk orang muslim, dan lain sebagainya.
Masjid As-Salaam (Okachimachi)

Masjid As-Salaam atau yang juga dikenal dengan nama Masjid Okachimachi dikelola oleh As-Salaam Foundation, yayasan non-profit yang menyediakan berbagai fasilitas seperti: program dawah untuk Jepang dan non-Jepang, dukungan untuk mualaf, kelas Al-Quran untuk anak-anak, ceramah, fasilitas pemakaman dan layanan pemakaman untuk umat Islam, upacara nikah, serta kuliah dan konseling halal gratis. Lantai dasar masjid digunakan sebagai “kantor” untuk kegiatan komunitas muslim, sedangkan lantai dua dan tiga digunakan untuk shalat. Masjid ini juga memiliki perpustakaan dan ruang belajar dengan koleksi buku-buku Islam yang sangat beragam.
Masjid As-Salaam sangat mudah diakses dengan kereta. Setidaknya, ada 3 stasiun yang dapat dijangkau dengan hanya berjalan kaki selama 4-7 menit dari masjid ini, yaitu Stasiun Okachimachi, Stasiun Nakaokachimachi, atau Stasiun Ueno-Okachimachi. Meskipun tidak terletak tepat di pinggir jalan utama, masjid ini mudah untuk ditemui. Posisinya ada di dua blok dari jalan besar dan berada di seberang taman kecil. Di sekitar area masjid, terdapat beberapa tempat makan dan pertokoan halal. Salah satu yang terkenal adalah Ramen Halal Ayam-Ya.
Masjid Makki (Ohanajaya)

Makki Masjid terletak di dekat Stasiun Ohanajaya dan sering disebut dengan Masjid Ohanajaya. Masjid ini juga dikenal sebagai basis Jamaah Tabligh di Tokyo. Masjid yang didirikan pada tahun 2001 ini mengadakan berbagai kegiatan untuk Muslim di sekitar seperti: mengajar Al-Quran untuk anak-anak, kuliah Islam mingguan, dan juga konsultasi tentang Islam.
Masjid Al-Tawheed

Masjid Al-Tawheed terletak di pinggiran Tokyo, persisnya di Hachijioji, dan hanya berjarak 10 Km dari Mt. Takao. Bangunan masjid yang didirikan pada tahun 2002 ini dimiliki oleh Royal Embassy of Saudi Arabia di Tokyo. Masjid Al-Tawheed memiliki perpustakaan dan ruang kelas sendiri untuk kuliah-kuliah yang mereka adakan.
Masjid Kamata

Bagi kamu yang sedang dalam perjalanan dari atau menuju bandara Haneda, kamu bisa mampir dan mengunjungi Masjid Kamata. Masjid ini terletak dekat Stasiun JR Kamata dan hanya berjarak 10 Km dari bandara Haneda. Masjid Kamata memiliki tiga lantai; lantai pertama untuk ruang sholat laki-laki dan lantai kedua untuk ruang sholat wanita. Sebelumnya, Masjid ini adalah sebuah mushola yang didirikan oleh Siddiqi dan Maksud, kemudian dikembangkan menjadi Masjid pada tahun 2001 untuk menampung lebih banyak orang. Di sini, ada staf yang bisa berbahasa Melayu, Urdu, Inggris, Bangladesh dan Jepang untuk membantu para pengunjung.
Bagaimana nih sobat @ykjpn? Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi kan? Selain sembilan masjid tersebut, ada banyak tempat ibadah shalat yang bisa kamu temui saat wisata di Jepang. Berikut daftar lengkap tempat sholat di Tokyo yang bisa kamu datangi.
| No. | Nama | Alamat | Stasiun terdekat |
| 1. | Tokyo Camii Masjid | 1-19 Oyama, Shibuya, Tokyo | Yoyogi Uehara |
| 2. | Indonesia Tokyo Masjid | 4-6-6 Meguro, Meguro, Tokyo | Meguro |
| Hiroo Masjid (AII) | 3-4-18 Moto-Azabu, Minato, Tokyo | Azabu-juban | |
| 3. | Darul Arqam/Asakusa Masjid | 1-9-12 Higashi Asakusa, Taito, Tokyo | Asakusa |
| 4. | Assalam/Okachimachi Masjid | Assalam Building, 4-6-7 Taito, Tokyo | Naka Okachimachi |
| 5. | Otsuka Masjid | 3-42-7 Minami Otsuka Toshima | Otsuka |
| 6. | Makki Masjid | 5-22-14 Yotsugi, Katsuhika, Tokyo | Ohanajaya |
| 7. | Al-Tawheed Masjid | 36-6, Hiraokacho, Hachioji, Tokyo | Nishi-hachioji |
| 8. | Kamata Masjid | 5-1-2 Kamata, Ota,Tokyo | Kamata |
| 9. | Shibuya Mushalla | 2-15-1, Dōgenzaka, Shibuya, Tokyo | Shibuya |
| 10. | Shinokubo Mushalla | 2-10 Hyakunincho, Shinjukuku, Tokyo | Shinokubo |
| 11. | Ojima Mushalla | Ōjima, 5 Chome−8, Kōtō-ku, Tokyo | Sumiyoshi |
| 12. | Haneda Airport Mushalla | 3rd Floor, International Departure Area, Haneda Airport, Ota, Tokyo | Haneda-Airport |
| 13. | Takashimaya Dept. Store Mushalla | 11th Floor, 5-24-2 Sendagaya, Shibuya | Shinsen-Shinjuku |
| 14. | Tokyo Chinese Muslim Restaurant Mushalla | 2-18-6 Kotobashi, Sumida, Tokyo | Kinsicho |
| 15. | Manekineko Yotsuya- Sanchome Prayer Room | Samonchō, 3−1, Shinjuku-ku, Tokyo | Yotsuya Sanchome |
| 16. | Laox Ginza Exitmelsa Prayer Room | EXITMELSA 5 & 6 Floor 5-7-10, Ginza, Chuo-ku, Tokyo | Ginza |
| 17. | Sekai Cafe Oshiage Prayer Room | Narihira, 2−16 -8, Sumida-ku, Tokyo | Tokyo Skytree |
| 18. | Shitamachi Shokudou Ippin Prayer Room | Nishiasakusa, 3−16−11, Taitō-ku, Tokyo | Nihombashi |
| 19. | Naritaya Prayer Room | 2-7-13, Asakusa, Taito-ku, Tokyo | Asakusa |
| 20. | Laox Akihabara Prayer Room | 7th Floor, 1-2-9 Sotokanda, Chiyoda, Tokyo | Nihombashi |
| 21. | Laox Shinjuku Prayer Room | Kyodo Bldg, 6th Floor, 3-1-20 Shinjuku, Shinjuku, Tokyo | Shinjuku |
| 22. | Tokyo Big Sight Prayer Space | 3-11-1 Ariake, Koto, Tokyo | Ariake |
| 23. | Takashimaya Shinjuku Prayer Room | 11th Floor, 5-24-2, Sendagaya, Shibuya, Tokyo | Sendagaya |
| 24. | Manhattan Fish Market Ikebukuro Prayer Space | 1-4-2, Higashiikebukuro, Toshima, Tokyo | Ikebukuro |